Help/Support
Like
Contact
SEKUMPULAN PATUNG DI JERMAN

SEKUMPULAN PATUNG DI JERMAN




















Jerman memang lain dibandingkan dengan Indonesia, bukan meremehkan bangsa kita sendiri. Negara kita realitanya memang sangat tertinggal dibandingkan dengan negara maju seperti Jerman. Baik mengenai Iptek maupun hal lain (seperti kebudayaan) sangat jauh perbedaannya. Memang kita tak boleh berkecil hati, masih banyak jalan untuk meretas kemajuan yang harus kita raih. Jerman merupakan satu diantara negara maju yang sangat peduli dengan berbagai segi kehidupan. Tidak lepas juga mengenai pemanfaatan dan pelestarian karya seni. Setiap karya seni yang ada mendapat tempat yang baik, apalagi yang berhubungan dengan trade mark suatu daerah atau tempat. Karya tersebut akan mendapatkan perawatan dan pelestariannya amat diutamakan. Patung salah satu karya yang mendapatkan tempat dan hati masyarakat Jerman. Hampir semua patung yang berfungsi sebagai tugu peringatan/monumen terawat dengan rapi dan bersih dari noda tangan-tangan jahil. Patung di Jerman dapat di temui di mana-mana dan sangat banyak jumlahnya, tetapi hampir semuanya tertata dengan rapi dan disesuaikan dengan tata kota yang ada. Memang jika dibandingkan di Indonesia, yang berbeda adalah masalah perawatannya. Hampir semua karya seni yang berfungsi sebagai milik umum tak ada kepedulian untuk merawatnya, bahkan ada kecenderungan untuk merusak. Mungkin juga ini pertanda kebiasaan atau budaya suatu bangsa. Memang semoga tidak seperti itu, mungkin bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang sedang mencari jati diri. Sehingga bentuk kreatifitasnya masih dalam taraf coba-coba dan corat coret belaka. Penulis hanya bisa berdoa semoga kemajuan dan kepedulian akan budaya/karya seni segera dapat diraih.
Like
ccc

Add to Cart

MOTIF UKIRAN TRADISIONAL JAWA

MOTIF UKIRAN TRADISIONAL JAWA

Motif Mataram

Motif Pejajaran

MOTIF UKIRAN yang ada di Indonesia memiliki kekayaan corak yang beraneka ragam. Bentuk-bentuk motif ukiran yang beraneka ragam tersebut masing-masing memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan daerahnya. Untuk mengenal dan mengetahui motif tradisional tersebut, haruslah melihat bentuk-bentuk dan ciri pada setiap jenis motif ukiran itu sendiri.
Nama-nama motif khas tradisional Jawa erat hubungannya dengan pemberian nama-nama kerajaan yang pernah ada di Jawa. Dapat diperkirakan MOTIF UKIRAN tersebut merupakan peninggalan masa kerajaan maupun raja-raja yang mempunyai kemajuan kebudayaan pada jaman itu.
Motif ukiran JAWA ini bentuknya lemah gemulai, berirama dengan gayanya yang luwes, agung dan berwibawa, seolah-olah menggambarkan watak sang raja dan masyarakatnya pada saat itu. Masyarakat yang mempunyai dinamika kehidupan sosial yang harmonis dengan dipadukan kemajuan hasil budaya yang telah diraih pada masa kehidupan kerajaan tersebut. Gambaran kehidupan tersebut diubah menjadi simbol-simbol hasil karya seni rupa yang mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi dan mempunyai makna yang sangat mendalam. Makna inilah yang selalu terbawa secara turun temurun dan kemudian dikembangkan oleh generasi berikutnya. Makna menjadi suatu mitos yang dibawa dan dianut maupun dipercaya untuk selalu diberikan secara turun temurun dengan menyisipkan pesan moral yang terselubung dalam bentuk karya ukiran tradisional.
Adapun motif tradisional Jawa yang ada hubungannya dengan nama-nama kerajaan, diantaranya adalah:
  • Motif Pejajaran
  • Motif Mataram
  • Motif Majapahit
  • Motif Bali
Dalam perkembangan selanjutnya dikenal pula, beberapa motif bercorak khas kedaerahan seperti misalnya:
  • Motif Jepara
  • Motif Madura
  • Motif Cirebon
  • Motif Pekalongan
  • Motif Yogyakarta
  • Motif Surakarta
  • Motif Semarangan
Di samping nama motif yang sesuai dengan nama kerajaan dan nama khas kedaerahan, di dalam perkembangan berikutnya mulai dikenal motif-motif yang dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya umum, misalnya:
  • Motif Teratai
  • Motif Awan
  • Motif Karang
  • Motif Kembang Cengkih
  • Motif Bunga, Buah dan sebagainya.
Like
ccc

Add to Cart

MENGENAL BENTUK STILASI MOTIF TRADISIONAL  JAWA

MENGENAL BENTUK STILASI MOTIF TRADISIONAL JAWA

Stilasi daun pada motif ukiran tradisional Jawa

Penekanan gambar untuk stilasi daun motif tradisional Jawa

Stilasi bunga motif tradisional Jawa

Contoh lain untuk stilasi daun

Contoh lain untuk stilasi bunga

Stilasi Binatang

Stilasi Buah

Stilasi Buah

Gambar merupakan karya seni rupa dua dimensional yang lebih menekankan pada penguasaan teknik yang sangat matang. Dalam gambar teknik lebih diutamakan dibandingkan kebebasan berekspresi seperti halnya seni lukis. Gambar mempunyai kecenderungan untuk meniru objek secara apa adanya. Gambar adalah proses mimikri, seperti yang dikatakan oleh Plato. Mimikri mempunyai arti meniru dan mencontoh sesuai objek yang sebenarnya. Perkembangan berikutnya gambar dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah gambar bentuk, gambar model, gambar ilustrasi atau gambar-gambar lain yang bersifat kedaerahan maupun yang berdasarkan penggolongan era tertentu.
Gambar Stilasi merupakan salah satu jenis yang masuk dalam kategori penggolongan gambar tersebut. Gambar stilasi dibuat dengan cara mengubah yaitu dengan langkah menyederhanakan bentuk aslinya menjadi bentuk gambar lain yang dikehendaki. Gambar stilasi contohnya seperti gambar motif ukiran. Gambar motif ukiran yang didapat dari hasil stilasi bentuk alami tersebut dimaksudkan sebagai hiasan dengan gaya dan irama tersendiri. Penerapan hasil stilasi menjadi motif ukiran pada suatu benda banyak dipengaruhi oleh bentuk-bentuk ikal atau spiral, bentuk yang berpilin-pilin dan saling jalin menjalin disamping garis-garis yang berfungsi sebagai pecahan yang serasi. Gambar motif stilasi dapat dilihat contohnya di atas penulisan artikel ini. Stilasi di atas menunjukkan beberapa jenis stilasi misalnya seperti stilasi daun, stilasi bunga, stilasi buah, stilasi binatang dan lain-lainnya. Unsur di atas hanyalah bagian stilasi motif ukiran tradisional Jawa.

Like
ccc

Add to Cart

ALAM ADALAH SARANA BERKARYA SENI

ALAM ADALAH SARANA BERKARYA SENI

Mungkinkah keasrian alam ini dapat dipertahankan, dari tingkah laku manusia yang tak bertanggung jawab


Bisakah bertahan area persawahan di Karangsari Kendal ini untuk tetap eksis kelestarian dan keasriannya.

Alangkah indahnya apabila kelestarian alam ini tetap terjaga, mungkin GLOBAL WARNING akan dapat dikendalikan.

SARANA adalah suatu wahana untuk melakukan dan mempermudah sesuatu. Sarana dianggap pula sebagai suatu alat yang dihubungkan dalam pemenuhan suatu kebutuhan tertentu. Sarana berkarya seni merupakan wahana maupun alat yang digunakan untuk melakukan dan mempermudah pemenuhan kebutuhan dalam kegiatan berkarya seni. Berkarya seni di sini adalah sesuatu yang ada hubungannya dalam dunia seni, baik berupa penciptaan karya seni, pameran seni maupun apresiasi dan kritik seni. Kegiatan seni akan berlangsung dengan baik apabila didukung dengan sarana yang memadai. Penciptaan karya seni akan dapat dilakukan karena didukung oleh sarana penunjang pembuatan karya seni tersebut. Pameran dan kegiatan apresiasipun juga tidak berbeda harus didukung oleh saran yang dibutuhkannya.

Alam merupakan salah satu sarana penunjang dalam berkarya seni. Penciptaan karya seni tidak akan dapat terwujud apabila tidak didukung oleh alam yang ada. Alam merupakan seluruh zat dan energi, khususnya dalam bentuk esensi (hal yang pokok). Alam termasuk segala sesuatu dari semesta yang di dalamnya terdapat manusia, binatang, tanaman dan proses yang dihubungkan dengan benda-benda mati. Kehidupan alam adalah segala bentuk interaksinya satu sama lain dengan lingkungannya. Alam atau dalam lingkup yang lebih kecil berupa lingkungan merupakan sarana yang tak mungkin dapat dilepaskan dalam dunia estetika. Estetika atau keindahan seni ini akan menelorkan bentuk-bentuk seni yang fenomenal apabila didukung oleh lingkungan yang menunjang.

Lingkungan yang menunjang untuk berkarya seni adalah lingkungan di mana seni itu tidak asing bagi orang atau masyarakat yang terdapat di dalamnya. Masyarakat yang selalu kreatif dan penuh inovatif untuk perkembangan seni. Alam yang mendukung perkembangan ini dapat pula berupa alam yang masih fresh atau segar untuk berfikir menumbuhkan daya imajinasi dan juga daya pengungkapan ide/perasaan secara mudah tanpa adanya penghalang yang cukup berarti. Alam yang fresh adalah alam yang belum terganggu ekosistemnya, alam yang masih seimbang, alam yang belum terkontaminasi benda-benda asing, alam yang belum terkena polusi, alam yang belum terkena pemanasan global (global warning). Gangguan pada alam akan mengganggu konsentrasi berfikir untuk mencetuskan suatu ide yang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni. Gangguan inilah berakibat sulitnya untuk dapat menemukan imajinasi yang akan divisualisasikan. Kesimpulannya alam yang terganggu akan berakibat terganggu pulalah dalam berkarya seni. Hal inilah yang membuktikan bahwa alam merupakan sarana yang sangat penting dalam pengungkapan suatu bentuk karya seni.
Like
ccc

Add to Cart