Help/Support
Like
Contact
GADO-GADO METROPOLITAN

GADO-GADO METROPOLITAN

Potret dari NOER DHAMI, beralamat di Jl. Eboni A 41, Plamongan Indah, Semarang Timur. Foto diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=pelukis.profile&id=62



GADO-GADO METROPOLITAN, karya Noer Dhami, berukuran 145x180 cm, menggunakan media acrylic on canvas, tahun 2010, diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=152



Berkembangnya gaya hidup dan transaksi jual beli model baru yang segala sesuatunya bertumpu pada system transaksi non tunai baik hutang jangka panjang maupun jangka pendek dengan disertai tawaran bunga yang sangat menggiyurkan atau diskon secara gila – gilaan , baik dibidang sandang, pangan, dan papan.dengan alasan katanya biar praktis atau dengan alih – alih demi untuk kemudahan dan keamanan.

Akan tetapi sadar maupun tidak kita telah terjebak dalam suatu wilayah system peradaban yang serba hutang dan cicilan, serta budaya akal – akalan.

Hal tersebut sudah terjadi di kota besar dan seolah jadi gado – gado metropolitan. Artikel dan gambar diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=152



Like
ccc

Add to Cart

SERULING-SERULING DESA MENGGEMBALA KOTA, KARYA DARI MULYADI

SERULING-SERULING DESA MENGGEMBALA KOTA, KARYA DARI MULYADI

SERULING-SERULING DESA MENGGEMBALA KOTA, karya Mulyadi, yang berukuran 130 x 180 cm, dengan menggunakan media Oil and Canvas, tahun 2010. Mulyadi adalah pelukis yang masuk di dalam nominator International Painting Competition Jakarta Art Awards pada tahun 2010. Mulyadi berasal dari Jakarta, tepatnya dia beralamat di Kavling POLRI Pekayon RT 004 RW 03 No.1, Ragunan, Jakarta 12550. Gambar diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=150.
Like
ccc

Add to Cart

WE'VE BUILT THE OASIS, KARYA MUFI MUBAROH

WE'VE BUILT THE OASIS, KARYA MUFI MUBAROH

Lukisan di atas hasil karya Mufi Mubaroh yang diberi judul "WINDOW", Sedangkan gambar di bawahnya adalah foto dari Mufi Mubaroh, beralamat di Studio Hitam Putih, Semolowaru Utara 1 No. 141, Surabaya, Jawa Timur, merupakan salah satu nominator dalam lomba International Painting Competition Jakarta Art Awards 2010, gambar diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=pelukis.profile&id=59

WE'VE BUILT THE OASIS, Karya dari Mufi Mubaroh, berukuran 120 x 200 cm, media dari pencil, acrylic and ink on canvas. Gambar diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=149.

We’ve Built The Oasis adalah refleksi dengan citraan atau visual figure kartun untuk mewakili simbol dari keinginan atau harapan tentang ketentraman kehidupan yang terbangun/ tercipta/ diciptakan melalui aspek-aspek kota besar, dimana pada intinya kota atau kota-kota besar itu adalah “center point” managing/ menejemen lumbung kehidupan dengan pusat perkembangan pengetahuan, tekhnologi, perekonomian, pendidikan, pemerintahan, penjagaan keamanan nasional serta pembangunan yang tujuannya semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat yang menyeluruh hingga sampai pada pelosok daerah. We’ve built the oasis adalah membangun ketentraman dan menjaganya. Artikel diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=149

Like
ccc

Add to Cart

PELANGI REPUBLIK HELM

PELANGI REPUBLIK HELM

"PELANGI REPUBLIK HELM" karya M.G. Pringgotono.Karya ini berukuran 136 x 114 cm dengan menggunakan media polyurethane on canvas, di buat tahun 2010. Lukisan ini termasuk ke dalam nominator di International Painting competition yang diadakan oleh Jakarta Art awards 2010. M.G. Pringgodono seorang pelukis yang berasal dari Bekasi, sedangkan alamat yang sekarang adalah Jl. Kemang 1 B/10 Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Gambar diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=147

Di tahun 2009 saja ada 7.840.671 motor dan terus bertambah, perharinya bisa mencapai 897 unit motor perharinya di jakarta. Punya motor pasti punya helem dan pada umumnya punya 2 helem. Satu untuk dirinya dan satu lagiuntuk yang diboncengi. Berarti bisa dipastikan jumlah helem lebih dari 2 kali lipatnya jumlah motor. Bisa jadi 3 kali atau empat kalinya . Bahkan, bagi mereka yang sering numpang naik motor temen atau pacarnya tidak ragu untuk beli helem sendiri meski tidak punya motor. Bagi mereka yang berkendaraan motor ke tempat kerja / kantor / komuter akan menghabiskan waktu setidaknya 3 jam perhari menggunakan helem, bahkan bisa lebih.

Helem sudah menjadi keseharian masyarakat kota Jakarta, jadi pantas rasanya kalau saya menyebut kota ini sebagai republik helem. Pelangi tidak ada lagi pelangi di jakarta yang ada hanya kaca helm pelangi, visual yang tampil pada karya ini terinspirasi dari pantulan kaca helem pelangi. Saya sering tidak bisa mengenali teman yang bertemu di jalan karena wajahnya tertutup helem. Yang saya lihat adalah pantulan diri saya yang distorsif dan suasana sekeliling saya saling berseliweran. “Pelangi Republik Helem” adalah refleksi pengalaman visual dan bathin saya akan kota ini yang selalu memancing warganya untuk berpacu menunjukan eksistensi. Kerja & kerja untuk aman dan nyaman mengisi hidup seperti bermotor pake helem. Artikel ini diambil dari http://jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=147.
Like
ccc

Add to Cart